SEKOLAH pembelajaran TATAP MUKA

SEKOLAH TATAP MUKA DIIZINKAN PADA JANUARI 2021, INI ATURANNYA, SEKOLAH DIMINTA MEMPERSIAPKAN DIRI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnya mengizinkan sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Sebelumnya, pembelajaran di sekolah dilakukan secara online akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, dalam jumpa pers online, Jumat (20/11/2020).

Kebijakan sekolah dalam melakukan pembelajaran tatap muka akan berlaku pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 atau mulai Januari 2021.

Baca Juga : SEKOLAH TATAP MUKA AKAN DIMULAI JANUARI 2020, BERIKUT 6 SYARATNYA

Nadiem juga meminta sekolah segera mempersiapkan diri jika ingin belajar tatap muka pada Januari 2021.

Lantas apa yang harus disiapkan sekolah dan apa saja aturan untuk pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai?

Berikut aturan dan metode pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah yang dirangkum dari  kemdikbud.go.id :

1. Diizinkan, tapi tidak wajib

Nadim Makarem menegaskan, pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan kembali pada Januari 2021 bukanlah sebuah komitmen.

Menurut dia, kebijakan pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka diperbolehkan dengan keputusan tiga pihak.

“Saya harus menekankan sekali lagi, pembelajaran tatap muka diizinkan, tidak wajib.”

“Keputusan terserah pemerintah daerah, direktur, orang tua, dan khusus komite sekolah,” kata Nadiem.

Oleh karena itu, jika ketiga pihak sepakat bahwa sekolah harus melakukan pembelajaran tatap muka, maka metode ini dapat dimulai.

Di sisi lain, pemerintah daerah, kepala sekolah, atau komite sekolah tidak memperbolehkannya, sehingga pembelajaran online terus berlanjut di rumah.

“Jadi ada tiga pihak yang akan menentukan apakah sekolah itu bisa dibuka.”

“Jika ketiga pihak ini tidak mengizinkan sekolah dibuka, sekolah tidak akan diizinkan untuk membukanya.”

TRENDING :  GAWAT!! RISMA AKAN HAPUS SEMUA BANTUAN LANGSUNG TUNAI, KENAPA?

“Tapi kalau ketiga pihak sepakat, berarti sekolah bisa mulai berdiri berhadap-hadapan,” ujarnya.

Selain itu, Peta Zona Bahaya dari Satgas Nasional Penanggulangan Covid-19 tidak lagi merinci pemberian izin belajar tatap muka.

2. Faktor izin

Mengutip Buku Pegangan Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemberian izin belajar tatap muka di sekolah.

  • Tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut
  • Kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan
  • Kesiapan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai dengan checklist
  • Akses ke Sumber Belajar / Kemudahan Belajar dari Rumah (BDR)
  • Status psikologis dan sosial siswa
  • Perlunya layanan pendidikan bagi anak yang orang tuanya / wali bekerja di luar rumah
  • Sediakan transportasi yang aman ke dan dari sekolah
  • Perumahan warga sekolah
  • Mobilitas warga antar kelurahan / kota, kecamatan dan kelurahan / desa
  • Kondisi geografis wilayah

3. Sekolah harus memenuhi 6 syarat

Nadim menekankan fleksibilitas dalam kebijakan pembukaan kembali sekolah, namun juga menyebutkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

Tidak semua sekolah diizinkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka kecuali memenuhi enam persyaratan.

Keenam syarat tersebut menegaskan dukungan fasilitas kesehatan untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19.

“Keenam ini adalah checklist untuk memberikan kepastian kami bisa membuka sekolah,” kata Nadiem mengutip Kompas.com.

Enam daftar periksa tersebut adalah:

  • Ketersediaan fasilitas sanitasi dan kebersihan, termasuk toilet yang bersih dan layak, sarana untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau hand sanitizer dan disinfektan
  • Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan
  • Kesiapan mengaplikasikan masker wajib
  • Apakah Anda memiliki perangkat termal
  • Memiliki peta penduduk sekolah dengan persembahan tanpa pengawasan. Anda tidak memiliki akses transportasi yang aman dan memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang yang telah dites positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi independen.
  • Memperoleh persetujuan dari komite sekolah / wali / perwakilan wali
TRENDING :  GOOGLE KUCURKAN DANA Rp. 140 MILIAR BUAT UMKM DI INDONESIA, MAU?

4. Sekolah wajib bergiliran dan memakai topeng

Aturan lain yang harus diterapkan sekolah saat melakukan pembelajaran tatap muka adalah membatasi jumlah siswa dalam satu kelas.

“Yang terpenting kemampuan pendidikan maksimal sekitar 50 persen dari rata-rata,” kata Nadiem.

Dengan dibatasi jumlah siswa per kelas, sekolah harus bergiliran alias bergiliran.

Siswa yang belajar tatap muka harus bergiliran di sekolah.

“Jadi mau tidak mau semua sekolah harus merotasi atau beralih.”

Ia melanjutkan, menekankan, “Tidak ada kapasitas penuh (pembelajaran). Itu harus dirotasi.”

Rincian jumlah maksimal siswa yang dapat belajar di sekolah tersebut per semester adalah:

  • PAUD: 5 siswa dari level 15 siswa
  • Pendidikan dasar dan menengah
  • Pendidikan dasar dan menengah: 18 siswa dari 36 siswa reguler
  • SLB: 5 siswa dari tingkat 8 siswa

Selain itu, siswa, guru, dan penghuni sekolah lainnya diharuskan memakai masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai.

Mereka juga harus mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir atau menggunakan pembersih tangan.

Anda juga harus menjaga jarak setidaknya 1,5 meter, tidak melakukan kontak fisik, dan menerapkan etika bersin / batuk.

5. Kegiatan ekstrakurikuler dan kantin tidak diperbolehkan selama masa transisi

Pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka dibagi menjadi dua tahap, yaitu masa transisi (dua bulan pertama) dan masa kebiasaan baru.

TRENDING :  SYARAT YANG HARUS DIKETAHUI SAAT DAFTAR BANTUAN BLT UMKM

Selama masa transisi, banyak kegiatan yang dilarang. Diantaranya adalah operasional kantin, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler, serta kegiatan selain belajar mengajar.

Misalnya, orang tua menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orang tua-siswa, dan lainnya.

Setelah melalui masa transisi, kegiatan tersebut dapat dilakukan pada saat kebiasaan baru, namun tetap menerapkan protokol yang sehat.

Seperti dalam kasus olah raga dan kegiatan ekstrakurikuler diperbolehkan selama periode kebiasaan baru.

Dengan pengecualian aktivitas yang menggunakan peralatan umum, jarak setidaknya 1,5 meter tidak diizinkan. Misalnya bola basket dan bola voli.

Selain itu, Anda dapat mengunduh panduan untuk mengatur pembelajaran selama pandemi Covid-19 di sini.

Sumber : Kompas.com

Originally posted 2021-03-29 09:22:51.

Kata Kunci

sekolah tatap muka dimulai juli 2021-spanduk tentang sekolah tatap muka-SEKOLAH SMA TERBAIK PALEMBANG 2021-sekolah tatap muka-sekolah tatap muka jayapura 2021 november-tatap muka 2021 sekolah-TULISAN DI SEKOLAH PEMBELAJARAN TATAP MUKA-VERIVIKASI PEMBELAJARAN TATAP MUKA SEKOLAH-SEKOLAH TATAP MUKA DI SUMSEL-sekolah tatap muka jayapura 2021-