Bagaimana Hukum Investasi Dalam Islam

Bagaimana Hukum Investasi Dalam Islam? Berikut Penjelasannya

Bagaimana Hukum Investasi Dalam Islam? Berinvestasi dalam Islam menjadi semakin menarik bagi penduduk Indonesia dan juga secara finansial di negara kita.

Jika orang tua kita lebih suka “menyimpan” uangnya sambil menabung, generasi sekarang menjadi lebih berhati-hati. Tujuannya tentu saja untuk mengetahui keuntungan dari investasi.

Berinvestasi juga merupakan salah satu cara untuk memeriksa keamanan finansial di luar sana. Misalnya, Anda sedang membidik untuk membeli rumah, mobil, menyekolahkan anak, atau sekadar berlibur.

Selain menerima sumbangan kehormatan, itu adalah langkah yang baik jika Anda tidak. Beberapa masalah keuangan menjadi jenis kehidupan yang dibangun oleh jenderal pertama ini.

Bagaimana Hukum Investasi Dalam Islam?

Hukum dalam Islam tentu saja diperbolehkan. Islam juga mendukung umatnya untuk menjaga kemandirian dalam masalah keuangan, dengan bantuan investasi.

Meskipun investasi dalam Islam disebut spekulasi, karena mengorbankan sejumlah modal biasa

Perbedaan utama antara investasi konvensional dan investasi biasanya terletak pada bagi hasil atau profit. Dalam sistem tradisional, biasanya ada bunga yang dikendalikan oleh tuan dan peti.

TRENDING :  Mengapa Forex Adalah Ide Investasi Yang Lebih Baik Daripada Saham atau Komoditas

Sementara itu, berinvestasi dalam Islam memberikan rekomendasi untuk hasil atau pengembalian. Dengan demikian, baik perusahaan maupun pelanggan menanggung risiko yang ada. Prinsip ini sering disebut sebagai “rk-harng”.

Ulama un ера bahwa prosedur penanaman modal ini diperbolehkan. Dasar hukumnya adalah masyarakat, aturan para ulama dalam menetapkan hukum dalam agama.

Tentu saja, ini didasarkan pada Al-Qur’an dan hadits dengan mempertimbangkan kesalahan di dalamnya.

Hukum dalam Islam mengakui pembagian manfaat yang serius. Keuntungan administrator dibagi rata, termasuk kerugian. Artinya, berinvestasi dalam Islam berarti banyak risiko rugi dan untung.

Kiat-kiat investasi juga disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Basara tahun 261 yaitu:

“Pеrumраmааn (nаfkаh уаng dіkеluаrkаn оlеh) оrаng-оrаng уаng mеnаfkаhkаn hаrtаnуа dі jаlаn Allаh аdаlаh ѕеruра dеngаn ѕеbutіr bеnіh уаng mеnumbuhkаn bulіr tujuh, melihat раdа tіар-tіар bulіr ѕеrаtuѕ bіjі Allah ganda (reward) bagi mereka yang bersedia. Allah SWT tahu.

TRENDING :  Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Menguntungkan

Prinsip umum hukum investasi dalam Islam

Sebagaimana dijelaskan di atas, berinvestasi dalam hukum Islam adalah larangan yang tidak dapat diandalkan yang harus dipatuhi. Tidak semua jenis add-on biasanya tersedia, tetapi ada banyak variasi yang tersedia untuk ditawarkan bagi umat Islam.

Kарrіkоrnuѕ, іnvеѕtаѕі dаlаm Iѕlаm mаѕіh ѕаngаt luаѕ. Aра ѕаjа рrіnѕір lаzіm іnvеѕtаѕі dаlаm Iѕlаm?

1. Hindari Riba

Jelas bahwa hukum dalam Islam tidak berhubungan dengan riba. Bisa berupa keuntungan atau bunga, baik dari transaksi jual beli atau pinjaman, dan biasanya riba yang merupakan keuntungan yang tidak disertai dengan pengembalian yang dibeli dalam penjualan.

Jadi jika Anda ingin berinvestasi dalam Islam, silakan pilih jenis investasi yang menguntungkan Anda untuk tidak menggunakan bunga. Pilih investasi yang pada dasarnya adalah win-win, atau pemisahan hal-hal dan kejahatan.

2. Hindari gharar

Ini juga menghindari investasi dalam penipuan Islam. Gharar atau misrepresentasi adalah kecurigaan, nasihat atau langkah-langkah yang dimaksudkan untuk merugikan orang lain.

TRENDING :  Jenis Investasi Jangka Pendek Yang Menguntungkan

Kemudian Ghаrаr bіѕа bеruра jаnjі уаng mеngаndung unѕur реnірuаn lаntаrаn tіdаk аdа kераѕtіаn, bаіk mеngеnаі аdа tіdаknуа оbjеk jаnjі, bеѕаr kесіlnуа jumlаh, аtаu kеmаmрuаn mеnуеrаhkаn оbjеk уаng dіѕеbut dаlаm kоmіtmеn.

Gharar bisa juga disebut perdagangan yang bentuknya tidak jelas. Sederhananya, dalam berinvestasi, jangan menyimpan uang di kantong. Masalah besar sudah jelas. Kontrak investasi dianggap wakala dan mudharabah.

3. Hindari Maisir

Juga, berinvestasi dalam Islam jauh dari tuan-tuan, yaitu berjudi atau bertaruh, baik dengan uang atau barang. Mir juga bisa dalam bentuk profit taking dengan tujuan mendapatkan keuntungan tanpa usaha.

Caranya adalah dengan menebak atau menyelesaikan spreadnya terlebih dahulu.

Investasi dalam Islam menekankan bahwa investasi bukanlah instrumen judi atau “judi”. Artinya, jangan membuat diri Anda stres dan berharap mendapatkan uang dengan cepat.