Apakah-Toko-Kelontong-Termasuk-UMKM-Yang-Mendapat-BLT

Apakah Toko Kelontong Termasuk UMKM Yang Mendapat BLT?

Apakah Toko Kelontong Termasuk UMKM? Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM) selama pandemi corona menjadi salah satu sektor yang paling terkena dampak. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk membantu pengelolaan perekonomian para pelaku UMKM, diantaranya dengan memberikan sejumlah bantuan kepada UMKM, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Apakah pelaku toko kelontong termasuk UMKM dan bisa mendapatkan bantuan BLT dari pemerntah yang disalurkan melalui Kementrian Sosial?

Kita harus tahu dulu apa itu toko kelontong dan apa saja kriteria suatu usaha bisa dikategorikan sebagai UMKM.

Pengertian Toko Kelontong

Kata ‘kelontong’ sendiri memang memiliki sejarah yang cukup tua. Kata ini merujuk kepada alat bunyi-bunyian yang selalu dibawa oleh pedagang keliling Tionghoa saat menjajakan barang dagangannya tempo dulu

Toko kelontong biasa disebut minimarket, atau dalam bahasa Inggris convenience store. Toko kelontong menjual berbagai jenis barang yang tentunya memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk toko kelontong konvensional biasanya berupa warung di rumah.

Baca juga : Apakah Usaha Bengkel Las Termasuk UMKM? Begini Penjelasannya

Pengertian UMKMUMKM?

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca Juga :  SYARAT YANG HARUS DIKETAHUI SAAT DAFTAR BANTUAN BLT UMKM

Pemerintah telah menetapkan definisi UMKM dan kriterianya. Hal tersebut tertuang dalam UU Nomor 20/2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Usaha mikro

Kriteria dari UMKM yang pertama yaitu usaha mikro yang dapat diartikan sebagai suatu usaha ekonomi yang produktif miliki individu atau badan usaha yang tentunya memenuhi ciri-ciri sebagai usaha mikro.

Usaha kecil

Memasuki kriteria yang UMKM yang kedua yaitu usaha kecil, yang biasa diartikan sebagai suatu usaha ekonomi yang produktif dan berdiri sendiri atau independen dan dimiliki oleh suatu kelompok atau perorangan badan usaha dan bukan cabang dari usaha utama

Usaha menengah

Usaha menengah merupakan kriteria dari UMKM yang terakhir, usaha menengah merupakan suatu usaha dalam ekonomi yang produktif dan bukan cabang dari usaha utama atau perusahaan pusat serta menjadi bagian secara tidak langsung maupun secara langsung bagi usaha kecil dan atau usaha besar. Selain itu, usaha menengah juga harus memenuhi kekayaan perusahaan minimal yang sudah di atur dalam undang-undang.

Baca Juga :  BERIKUT 9 LINK CARA DAFTAR ONLINE UNTUK MENDAPAT BLT UMKM SEBESAR 1,2 JUTA RUPIAH

Kriteria usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

Kriteria Usaha Mikro

Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300 juta.

Kriteria Usaha Kecil

Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta sampai dengan paling banyak Rp 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta sampai dengan paling banyak Rp 2,5 miliar .

Kriteria Usaha Menengah

Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500 juta sampai dengan paling banyak Rp 10 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.5 miliar sampai dengan paling banyak Rp 50 miliar.

Syarat Mendapatkan BLT UMKM

Syarat-Syarat Yang Harus Dipenuhi

  • WNI
  • Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Memiliki usaha mikro
  • Bukan ASN, TNI/Polri serta Pegawai BUMN/BUMD
  • Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR

Bagi pelaku usaha mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha yang berbeda, dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

Baca Juga :  SEGERA KLAIM BST 300 RIBU LEWAT KANTOR POS, SEGERA CEK NAMA DI LINK BERIKUT

Pelaku UMKM yang ingin dapat bantuan ini bisa daftar dengan cara datang ke kantor lembaga pengusul berikut:

  • Dinas yang yang membidangi Koperasi dan UKM
  • Koperasi yang telah disahkan sebagai Badan Hukum
  • Kementerian/Lembaga
  • Perbankan dan perusahaan pembayaran yang terdaftar di OJK

Setelah dinyatakan lolos dan berhak menerima, pelaku UMKM yang dapat SMS bisa cek online daftar penerima untuk konfirmasi di eform.bri.co.id/bpum menggunakan NIK KTP.

Jika benar nomor eKTP tercatat sebagai penerima, pelaku UMKM bisa datang ke bank penyalur terdekat untuk mencairkan bantuannya.

Pelaku UMKM yang tidak mempunyai buku rekening masih bisa datang ke bank penyalur dengan membawa kartu identitas agar dicetakkan buku rekening untuk mencairkan bantuan BLT Banpres UMKM Rp2,4 juta ini.

Jika usaha toko kelontong anda masuk kedalam kriteria tersebut, maka toko kelontong anda masuk kedalam golongan UMKM dan berhak untuk mendapatkan BLT dari pemerintah. Jadi terjawab sudah Apakah Toko Kelontong Termasuk UMKM? Jawabannya Iya.

Baca juga : BLT UMKM 2021 Sebesar Rp.2,4 Juta Cair Lagi, Begini Cara Daftar Online-nya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *