fbpx
GIBRAN TERSERET KORUPSI DANA BANSOS

GIBRAN TERSERET KORUPSI DANA BANSOS, ANDI ARIEF : BENARKAH GIBRAN ANAK PAK LURAH?

Liputan majalah Tempo terbitan terbaru mengejutkan masyarakat. Pasalnya, dalam laporan bertajuk “Persembahan Bansos untuk Tim Banteng”, tertera nama putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Menurut laporan tersebut, Gibran merekomendasikan pembelian tas bansos untuk dikirimkan ke PT Sritex. Padahal, sebelumnya direncanakan akan membeli paket bansos bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Dalam laporan itu, Gibran digambarkan sebagai “anak pak lurah”. Menurut Tempo, pak lurah itu mengacu pada Presiden Joko Widodo.

Dalam laporan itu, Tempo juga mengungkapkan dugaan korupsi dana bansos Juliari Batubara untuk bantuan sosial mengalir ke partai politik, dalam hal ini PDI-P.

Baca juga : Program BLT UMKM Diperpanjang Sampai 2021, Cek Disini Persyaratan dan Cara Daftar Onlinenya!

“Kalau benar Gibran ada dalam skema bancakan peggadaan bansos, Pak Jokowi semestinya tahu apa yang sekarang harus dia lakukan,” tulis Andi Arief dalam akun Twitternya, dikutip Wartakotalive.com.

Baca Juga :  SEGERA CAIRKAN BANSOS RP.300RIBU, CEK NAMA KAMU DI DTKS. BEGINI CARA DAN SYARATNYA

Andi Arief pun meminta supaya KPK memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang diterbitkan oleh Majalah Tempo tersebut.

“KPK perlu klarifikasi soal ini,” imbuhnya.

Ramainya perbincangan soal Gibran bahkan sempat menjadi tending topik Twitter Indonesia.

Tagar #TangkapAnakPakLurah telah dicuitkan hingga 31 ribu kali hingga Senin (21/12/2020) pukul 04.00.

Warganet meminta agar KPK menyelidiki dan melakukan pengembangan penyelidikan terkait dugaan korupsi yang dilakukan Juliari Batubara termasuk ke mana saja uang hasil korupsi mengalir.

Sementara itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turut berkomentar terkait pemberitaan tersebut.

Mardani Ali Sera menuliskan dalam akun Twitternya, “Perlu keberanian @KPK_RI untuk mengusut tuntas. Dan perlu dukungan semua pihak kepada KPK untuk memberantas korupsi tanpa tebang pilih.”

MAKI duga dana yang ‘disunat’ lebih besar

Sementara itu, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menduga setiap satu paket bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang dikorupsi Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebanyak Rp33.000, bukan Rp10.000.

“Kalau berapa kira-kira gambarannya per paket yang dikorup, dugaannya dari hitung-hitunganku Rp28.000 ditambah Rp5.000 adalah Rp33.000,” ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada awak media, Kamis (10/12/2020).

Baca Juga :  HANYA DENGAN MODAL KTP, ANDA BISA MENDAPATKAN BST SEBESAR Rp.5OORB/KK NON PKH DARI KEMENSOS, BEGINI CARANYA

Dalam konferensi pers pada Minggu (6/12/2020) dini hari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Mensos Juliari diduga meminta jatah Rp10.000 dari nilai Rp300.000 per paket bansos.

Boyamin mengatakan, dugaan nilai yang dikorupsi Juliari melebihi angka Rp10.000. Dugaan itu ia telusuri dari survei harga barang yang beredar di pasaran.

“Jadi anggaran kan Rp300.000, terus dipotong Rp15.000 untuk transpor, Rp15.000 untuk tas goody bag. Jadi seakan-akan pemborong mendapatkan Rp270.000. Kalau berdasarkan barang yang ada di lapangan yang diterima masyarakat senilai Rp188.000. Jadi artinya dugaan yang dikorupsi adalah Rp82.000,” jelas Boyamin.

Kata Boyamin, dalam program pengadaan bansos tersebut, pemenang tender boleh mengambil keuntungan maksimal hingga 20 persen. Menurutnya, 20 persen dari Rp270.000 itu Rp54.000.

“Dari selisih tadi, Rp82.000 dikurangi Rp54.000. Jadi kira-kira yang dikorup adalah per paket Rp28.000, itu untuk barang ya. Dan untuk goody bag juga ada sekitar Rp5.000 yang dikorup. Karena goody bag itu anggap saja harganya Rp 10.000 dari Rp 15.000. Jadi Rp28.000 ditambah Rp5.000 sekitar Rp33.000,” jelas Boyamin.

Baca Juga :  Inilah Syarat dan Tahapan Mengurus Pindah Kartu Keluarga Secara Mudah

“Berarti Rp23.000 tadi bisa saja untuk bancakan, ada yang ke pejabat, ada yang ke pemborong sendiri. Jadi pemborong mengambil untungnya lebih dari 20 persen. Karena apa? Selain dugaan untuk bancakan antara pemborong dan pejabat senilai Rp23.000 tadi, karena udah dipotong untuk Mensos Rp10.000,” jelasnya lagi.

Menyikapi temuan MAKI, Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya akan mendalami informasi itu. Caranya lewat pemeriksaan saksi dalam proses penyidikan kasus ini.

“Seluruh data dan informasi terkait pengadaan bansos tersebut tentu akan di dalami dan digali dari keterangan para saksi yang akan dihadirkan dalam proses penyidikan tersebut,” kata Ali lewat pesan singkat, Kamis (10/12/2020).

Juliari P Batubara diduga bersama-sama Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono menerima suap dari Ardian I M dan Harry Sidabuke. Diduga Juliari P Batubara menerima uang suap dengan total Rp17 miliar melalui orang kepercayaannya.

Baca juga : Cek iuran bpjs terbaru, kelas standar diusulkan rp.75.000

Sumber : https://wartakota.tribunnews.com/2020/12/21/nama-gibran-muncul-di-laporan-tempo-tentang-korupsi-bansos-andi-arief-minta-kpk-klarifikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *