Prota Kurikulum Merdeka SMP Kelas 7 IPS


Prota Kurikulum Merdeka SMP Kelas 7 IPS

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum terbaru yang diterapkan di Indonesia. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan keleluasaan kepada guru dan siswa dalam menjalankan proses belajar mengajar. Prota Kurikulum Merdeka SMP Kelas 7 IPS merupakan dokumen yang berisi rencana pembelajaran satu tahun untuk mata pelajaran IPS di kelas 7 SMP. Prota ini disusun oleh guru IPS dan harus sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Prota Kurikulum Merdeka SMP Kelas 7 IPS disusun berdasarkan prinsip-prinsip berikut:
Berpusat pada siswa: Pembelajaran berpusat pada siswa berarti bahwa siswa diberi kesempatan untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar mereka.
Holistic: Pembelajaran holistik berarti bahwa siswa belajar tidak hanya tentang fakta-fakta, tetapi juga tentang konsep-konsep dan keterampilan.
Kontekstual: Pembelajaran kontekstual berarti bahwa siswa belajar dalam konteks kehidupan nyata.
Berbasis proyek: Pembelajaran berbasis proyek berarti bahwa siswa belajar melalui proyek-proyek yang menantang dan bermakna.

Prota Kurikulum Merdeka SMP Kelas 7 IPS terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

prota kurikulum merdeka smp kelas 7 ips

Prota Kurikulum Merdeka SMP Kelas 7 IPS merupakan rencana pembelajaran satu tahun untuk mata pelajaran IPS di kelas 7 SMP.

  • Berpusat pada siswa
  • Holistic
  • Kontekstual
  • Berbasis proyek
  • Fleksibel
  • Diferensiasi
  • Relevan

Prota Kurikulum Merdeka SMP Kelas 7 IPS disusun berdasarkan prinsip-prinsip tersebut agar pembelajaran IPS menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa.

Berpusat pada siswa

Prota玆 kurikulum IPS berpusat pada siswa, yang berarti bahwa siswa diberi kesempatan untuk belajar dengan cara yang paling sesuai bagi mereka. Siswa dapat memilih topik yang ingin mereka pelajari, dan mereka dapat belajar dengan cepat atau lambat sesuai keinginan mereka. Prota玆 kurikulum IPS juga fleksibel, yang berarti bahwa siswa dapat mengubah jadwal mereka jika diperlukan. Prota玆 kurikulum IPS dirancang untuk memberikan siswa kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir批判, keterampilan memecahkan masalah, dan keterampilan komunikasi yang mereka butuhkan untuk sukses dalam kehidupan.
Dengan berpusat pada siswa, prota玆 kurikulum IPS membantu siswa untuk menjadi lebih terlibat dalam pembelajaran mereka. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran mereka lebih mungkin untuk mengingat informasi dan mengembangkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk sukses. Prota玆 kurikulum IPS juga membantu siswa untuk menjadi lebih mandiri dan percaya diri. Siswa yang diberi kesempatan untuk membuat pilihan dan belajar dengan cara mereka sendiri lebih mungkin untuk mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian.

Holistic

Pembelajaran holistik berarti bahwa siswa belajar tidak hanya tentang fakta-fakta, tetapi juga tentang konsep-konsep dan keterampilan. Siswa juga belajar tentang bagaimana mata pelajaran IPS terkait dengan mata pelajaran lain dan dengan kehidupan nyata.

  • Konseptual:

    Siswa belajar tentang konsep-konsep inti IPS, seperti negara, pemerintahan, ekonomi, dan masyarakat.

  • Prosedural:

    Siswa belajar tentang keterampilan prosedural, seperti bagaimana melakukan penelitian, menulis makalah, dan membuat presentasi.

  • Metakognitif:

    Siswa belajar tentang bagaimana belajar, seperti bagaimana menetapkan tujuan, memantau kemajuan mereka, dan merefleksikan pembelajaran mereka.

  • Afektif:

    Siswa belajar tentang nilai-nilai dan sikap, seperti menghargai perbedaan, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab.

Pembelajaran holistik membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang IPS dan dunia di sekitar mereka. Pembelajaran holistik juga membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir批判, keterampilan memecahkan masalah, dan keterampilan komunikasi yang mereka butuhkan untuk sukses dalam kehidupan.

Kontekstual

Pembelajaran kontekstual berarti bahwa siswa belajar dalam konteks kehidupan nyata. Siswa belajar tentang bagaimana konsep-konsep IPS terkait dengan masalah-masalah nyata yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

  • Relevan:

    Siswa belajar tentang topik-topik yang relevan dengan kehidupan mereka.

  • Bermakna:

    Siswa belajar tentang topik-topik yang bermakna bagi mereka.

  • Otentik:

    Siswa belajar tentang topik-topik yang otentik, yaitu topik-topik yang nyata dan bukan sekadar teori.

  • Terintegrasi:

    Siswa belajar tentang bagaimana IPS terkait dengan mata pelajaran lain dan dengan kehidupan nyata.

Pembelajaran kontekstual membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang IPS dan dunia di sekitar mereka. Pembelajaran kontekstual juga membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir批判, keterampilan memecahkan masalah, dan keterampilan komunikasi yang mereka butuhkan untuk sukses dalam kehidupan.

Berbasis proyek

Pembelajaran berbasis proyek berarti bahwa siswa belajar melalui proyek-proyek yang menantang dan bermakna. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut. Proyek-proyek tersebut dirancang untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir批判, keterampilan memecahkan masalah, dan keterampilan komunikasi.

  • Menantang:

    Proyek-proyek tersebut menantang siswa untuk berpikir secara kritis dan kreatif.

  • Bermakna:

    Proyek-proyek tersebut bermakna bagi siswa karena mereka terkait dengan kehidupan nyata.

  • Otentik:

    Proyek-proyek tersebut otentik karena mereka nyata dan bukan sekadar teori.

  • Terintegrasi:

    Proyek-proyek tersebut mengintegrasikan beberapa mata pelajaran.

Pembelajaran berbasis proyek membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang IPS dan dunia di sekitar mereka. Pembelajaran berbasis proyek juga membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir批判, keterampilan memecahkan masalah, dan keterampilan komunikasi yang mereka butuhkan untuk sukses dalam kehidupan.

Fleksibel

Prota kurikulum IPS fleksibel, yang berarti bahwa guru dan siswa dapat menyesuaikan prota tersebut dengan kebutuhan dan minat mereka. Guru dapat memilih topik-topik yang ingin mereka ajarkan, dan mereka dapat menyesuaikan urutan topik-topik tersebut. Siswa dapat memilih proyek-proyek yang ingin mereka kerjakan, dan mereka dapat bekerja sama dengan kelompok yang mereka pilih.

  • Guru dapat menyesuaikan prota dengan kebutuhan dan minat siswa:

    Guru dapat memilih topik-topik yang ingin mereka ajarkan, dan mereka dapat menyesuaikan urutan topik-topik tersebut.

  • Siswa dapat memilih proyek-proyek yang ingin mereka kerjakan:

    Siswa dapat memilih proyek-proyek yang menarik minat mereka dan yang sesuai dengan kemampuan mereka.

  • Siswa dapat bekerja sama dengan kelompok yang mereka pilih:

    Siswa dapat memilih untuk bekerja sama dengan teman-teman mereka atau dengan siswa lain yang memiliki minat yang sama.

  • Prota dapat disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia:

    Guru dapat memilih topik-topik dan proyek-proyek yang sesuai dengan sumber daya yang tersedia di sekolah mereka.

Fleksibelnya prota kurikulum IPS memungkinkan guru dan siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan menyenangkan. Fleksibelnya prota kurikulum IPS juga memungkinkan guru dan siswa untuk lebih fokus pada pengembangan keterampilan berpikir批判, keterampilan memecahkan masalah, dan keterampilan komunikasi siswa.

Diferensiasi

Diferensiasi berarti bahwa guru menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan minat siswa. Guru dapat melakukan diferensiasi dengan cara berikut:

  • Memberikan tugas-tugas yang berbeda kepada siswa yang berbeda:

    Guru dapat memberikan tugas-tugas yang lebih menantang kepada siswa yang lebih mampu, dan tugas-tugas yang lebih mudah kepada siswa yang kurang mampu.

  • Memberikan dukungan yang berbeda kepada siswa yang berbeda:

    Guru dapat memberikan dukungan tambahan kepada siswa yang membutuhkan bantuan ekstra.

  • Menyesuaikan kecepatan pembelajaran dengan kebutuhan siswa:

    Guru dapat mempercepat laju pembelajaran bagi siswa yang lebih cepat belajar, dan memperlambat laju pembelajaran bagi siswa yang lebih lambat belajar.

  • Menciptakan lingkungan belajar yang beragam:

    Guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang beragam dengan menyediakan berbagai macam sumber belajar dan kegiatan belajar.

Diferensiasi memungkinkan guru untuk memenuhi kebutuhan semua siswa di kelas mereka. Diferensiasi juga membantu siswa untuk belajar dengan lebih efektif dan efisien.

Relevan

Prota kurikulum IPS relevan dengan kehidupan siswa. Topik-topik yang diajarkan dalam prota kurikulum IPS terkait dengan masalah-masalah nyata yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat pembelajaran IPS menjadi lebih bermakna bagi siswa.

  • Topik-topik yang diajarkan dalam prota kurikulum IPS terkait dengan masalah-masalah nyata yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari:

    Misalnya, siswa belajar tentang bagaimana mengatasi masalah lingkungan hidup, bagaimana mengelola keuangan pribadi, dan bagaimana menjadi warga negara yang baik.

  • Prota kurikulum IPS mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan hidup di masa depan:

    Siswa belajar tentang keterampilan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, dan keterampilan komunikasi yang mereka butuhkan untuk sukses dalam kehidupan.

  • Prota kurikulum IPS membantu siswa untuk memahami dunia di sekitar mereka:

    Siswa belajar tentang sejarah, geografi, ekonomi, dan politik dunia. Hal ini membantu siswa untuk menjadi warga negara yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab.

  • Prota kurikulum IPS membantu siswa untuk mengembangkan kesadaran global:

    Siswa belajar tentang budaya, agama, dan bahasa yang berbeda. Hal ini membantu siswa untuk menghargai perbedaan dan untuk hidup dalam harmoni dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.

Relevannya prota kurikulum IPS dengan kehidupan siswa membuat pembelajaran IPS menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Relevannya prota kurikulum IPS juga membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk sukses dalam kehidupan.

FAQ

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan umum tentang RPP:

Pertanyaan 1: Apa itu RPP?
RPP adalah singkatan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP adalah dokumen yang berisi rencana pembelajaran untuk satu satuan pendidikan tertentu.

Pertanyaan 2: Siapa yang membuat RPP?
RPP dibuat oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Pertanyaan 3: Apa saja komponen RPP?
Komponen RPP meliputi:

  • Tujuan pembelajaran
  • Kegiatan pembelajaran
  • Penilaian
  • Sumber belajar

Pertanyaan 4: Bagaimana cara membuat RPP?
Ada beberapa langkah yang harus diikuti dalam membuat RPP, yaitu:

  • Menetapkan tujuan pembelajaran
  • Menentukan kegiatan pembelajaran
  • Mengembangkan penilaian
  • Menyiapkan sumber belajar

Pertanyaan 5: Apa manfaat RPP?
RPP memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran secara sistematis dan terarah
  • Membantu siswa dalam memahami tujuan pembelajaran dan materi yang akan dipelajari
  • Memudahkan guru dalam melakukan penilaian

Pertanyaan 6: Bagaimana cara menggunakan RPP?
RPP digunakan oleh guru sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. Guru dapat menyesuaikan RPP dengan kondisi dan kebutuhan siswa di kelas.

Pertanyaan 7: Di mana saya dapat menemukan contoh RPP?
Contoh RPP dapat ditemukan di berbagai sumber, seperti internet, buku, dan jurnal pendidikan.

Demikian beberapa pertanyaan umum tentang RPP. Semoga bermanfaat.

Selain memahami tentang RPP, guru juga perlu mengetahui beberapa tips dalam membuat RPP yang efektif. Tips-tips tersebut akan dibahas pada bagian selanjutnya.

Tips

Berikut ini adalah beberapa tips dalam membuat RPP yang efektif:

1. Tentukan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur

Tujuan pembelajaran harus jelas dan terukur agar dapat dievaluasi. Tujuan pembelajaran yang baik harus mencakup tiga komponen, yaitu:

  • Kemampuan yang ingin dicapai siswa
  • Kriteria keberhasilan
  • Kondisi yang mendukung keberhasilan

2. Pilih metode pembelajaran yang tepat

Metode pembelajaran harus dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Ada berbagai macam metode pembelajaran yang dapat digunakan, seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, dan permainan.

3. Siapkan media pembelajaran yang menarik

Media pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Media pembelajaran yang menarik dapat berupa gambar, video, atau benda nyata.

4. Lakukan penilaian secara berkala

Penilaian harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Hasil penilaian dapat digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Demikian beberapa tips dalam membuat RPP yang efektif. Semoga bermanfaat.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, guru dapat membuat RPP yang berkualitas dan membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Kesimpulan

RPP adalah eszköz yang penting dalam melaksanakan pembelajaran. RPP yang baik akan membantu Guru dalam melaksanakan pembelajaran secara sistematis dan terarah. RPP juga akan membantu siswa dalam memahami tujuan pembelajaran dan materi yang akan dipelajari. Selain itu, RPP juga akan memudahkan Guru dalam melakukan penilaian.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat RPP. Hal-hal tersebut antara lain tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar. Dalam membuat RPP, Guru harus memperhatikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Guru juga harus memilih kegiatan pembelajaran yang tepat dengan tujuan pembelajaran tersebut. Selain itu, Guru juga harus mengembangkan penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru juga harus menyiapkan sumber belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran.

Dengan memperhatikan semua komponen RPP, Guru dapat membuat RPP yang berkualitas. RPP yang berkualitas akan membantu Guru dalam melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. RPP yang berkualitas juga akan membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.

Demikian pembahasan tentang RPP. Semoga bermanfaat.

Images References :

Check Also

juknis tata cara penulisan ijazah sd smp sma dan smk 2024

Juknis Terbaru Tata Cara Penulisan Ijazah SD, SMP, SMA, dan SMK 2024

Dalam rangka meningkatkan mutu dan standar pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *