Drama IKN: Gaji Telat, Ego Sektoral, dan Pengunduran Diri Pejabat Tinggi

Swaraind.com – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono, bersama Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada hari ini, 4 Juni 2024.

Pengunduran diri ini mengejutkan banyak pihak, mengingat proyek IKN merupakan salah satu proyek prioritas nasional.

Pengunduran diri Bambang dan Dhony terjadi di tengah berbagai isu yang berkembang, salah satunya adalah keterlambatan gaji selama 11 bulan. Bambang sendiri pernah mengungkapkan kekecewaannya kepada media terkait hal ini.

“Memang gaji kami telat 11 bulan. Kami sudah menyampaikan kepada kementerian terkait, tapi belum ada solusi,” ujar Bambang kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Meskipun gaji terlambat, Bambang menegaskan bahwa dirinya dan Dhony tetap bekerja dengan profesional.

“Kami bekerja dengan profesional. Kami tidak mau bicara politik. Kami fokus bekerja untuk IKN,” tegasnya.

Alasan resmi pengunduran diri Bambang dan Dhony belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa spekulasi menyebutkan bahwa hal itu terkait dengan masalah anggaran dan juga ego sektoral antar kementerian.

Pengunduran diri Bambang dan Dhony tentu menjadi pukulan telak bagi proyek IKN. Pasalnya, mereka berdua adalah figur penting yang memiliki pengalaman dan kapabilitas mumpuni dalam memimpin proyek besar seperti IKN.

Pemerintah perlu segera mencari pengganti yang kompeten dan kredibel untuk mengisi posisi Bambang dan Dhony.

Selain itu, pemerintah juga perlu menyelesaikan berbagai masalah yang ada, seperti keterlambatan gaji dan ego sektoral antar kementerian, agar proyek IKN dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target.

Check Also

Dana Muhammadiyah Rp 15 Triliun Hengkang dari BSI

Dana Muhammadiyah Rp 15 Triliun Hengkang dari BSI, Imbas Persaingan Sehat atau Ada Masalah?

Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, telah memulai proses pemindahan dana dari Bank Syariah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *